Manasik مناسك
‹ Sunnah

Adab Meminum Air Zamzam setelah Tawaf

آداب شرب ماء زمزم بعد الطواف

Adab shurb ma' Zamzam ba'd al-tawaf

SunnahTandai selesai

Ikhtisar

Meminum air Zamzam setelah tawaf adalah sunnah yang tetap, dengan tata cara yang dianjurkan dan diambil dari para Sahabat Nabi (ﷺ): menghadap kiblat, mengucapkan Bismillah, minum sampai puas dengan beberapa kali tarikan napas, dan memuji Allah (سبحانه وتعالى) sesudahnya.

Doa

Ketika meminum air Zamzam

اللَّهُمَّ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

Allahumma as'aluka 'ilman nafi'an, wa rizqan wasi'an, wa shifa'an min kulli da'

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit.

Menghadap kiblat, ucapkan 'Bismillah', minum dalam tiga kali napas sampai puas, lalu berdoalah — 'Zamzam itu sesuai dengan apa yang diniatkan ketika meminumnya.'

Rujukan · al-Hakim, al-Mustadrak 1782 (Kitab al-Manasik) — practice of Ibn 'Abbas (RA)

Derajat · Mauquf — amalan Ibnu 'Abbas (RA), bukan sabda Nabi. Al-Hakim: 'sanadnya sahih, jika selamat dari al-Jarudi'; al-Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya. Tidak ada lafal tetap yang wajib — doa apa pun yang tulus sah.

Al-Qur'an

Tidak ada ayat Al-Qur'an yang dirujuk untuk amalan ini — dalilnya berasal dari Sunnah. Lihat hadis di bawah.

Hadis

  • •Aku memberikan air Zamzam kepada Rasulullah (ﷺ) untuk diminum, lalu beliau meminumnya sambil berdiri.Rujukan · Sahih Muslim 2027Derajat · Sahih — muttafaq 'alayh (disepakati).
  • •... Beliau (ﷺ) mendatangi Bani 'Abdul Muththalib yang sedang menyediakan air di Zamzam, lalu bersabda: Timbalah air, wahai Bani 'Abdul Muththalib... maka mereka menyerahkan setimba air kepada beliau dan beliau meminumnya.Rujukan · Sahih Muslim 1218aDerajat · Sahih.
  • •Air Zamzam itu sesuai dengan apa yang diniatkan ketika meminumnya (ma' Zamzam li-ma syuriba lahu).Rujukan · Sunan Ibn Majah 3062Derajat · Diperselisihkan — dinilai hasan oleh Ibnu Hajar, al-Mundziri, dan Zubair 'Ali Zai; al-Albani menilainya berbeda-beda (daif dalam sebagian karyanya, sahih dalam karya lain).
  • •Apabila Ibnu 'Abbas (RA) meminum air Zamzam, ia mengucapkan: 'Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit' (Allahumma inni as'aluka 'ilman nafi'an, wa rizqan wasi'an, wa syifa'an min kulli da'in).Rujukan · Sunan al-Daraqutni 2738Derajat · Lemah (daif) sebagai riwayat marfu' kepada Nabi (ﷺ); secara sahih merupakan amalan Ibnu 'Abbas (RA) (mauquf).

Semua jenis haji (Tamattu', Qiran, Ifrad) sama saja; adab yang sama berlaku sesudah tawaf umrah. Tidak terikat pada jenis nusuk tertentu.

Tidak ada sanksi. Meminum air Zamzam dan adabnya hukumnya dianjurkan, bukan wajib: meninggalkannya tidak membatalkan haji/umrah dan tidak mewajibkan dam maupun fidyah. Yang hilang hanyalah pahala sunnahnya.

Berada sesudah menyelesaikan tawaf dan dua rakaat di Maqam Ibrahim, sebelum beranjak ke Sai (sesuai urutan dalam hadis Jabir (RA): tawaf → dua rakaat → Zamzam → Safa). Air Zamzam sendiri boleh diminum kapan saja; ini adalah tempatnya dalam rangkaian manasik.

Sumur Zamzam / area pembagian airnya di dalam Masjidil Haram (dahulu siqayah antara Ka'bah dan Safa; kini melalui keran dan wadah Zamzam di seluruh area Haram).

  • •Menyangka ada doa tertentu yang wajib, atau bahwa Zamzam 'harus' diminum dengan lafal yang baku — doa tulus apa pun sudah mencukupi ('sesuai dengan apa yang diniatkan ketika meminumnya').
  • •Mengira seseorang diharuskan minum sambil berdiri: berdirinya Nabi (ﷺ) menunjukkan kebolehan, sedangkan duduk adalah Sunnah umum dalam minum — keduanya sah untuk Zamzam. Memperlakukan adab ini sebagai wajib (padahal ia hanya dianjurkan).
  • •Sama sekali tidak berdoa, atau menyia-nyiakan kesempatan itu.

Tidak ada perbedaan pendapat di antara keempat mazhab yang tercatat untuk amalan ini dalam rujukan ini.

Tata cara yang dianjurkan (adab), diambil dari amalan Ibnu 'Abbas (RA) dan anjuran para ulama: menghadap kiblat, mengucapkan Bismillah, minum dalam tiga kali napas atau jeda, minum sampai puas (kenyang), dan memuji Allah (سبحانه وتعالى) sesudahnya; memperbanyak doa saat meminumnya juga dianjurkan. Memercikkan air Zamzam ke kepala, wajah, dan dada disebut dianjurkan oleh sebagian ulama tanpa dasar marfuk yang kuat. Riwayat terkait: 'Tanda antara kami dan orang-orang munafik adalah bahwa mereka tidak minum air Zamzam sampai puas' (Sunan Ibnu Majah 3061, Ibnu 'Abbas (RA) — derajatnya diperselisihkan). Tidak ada ayat Al-Qur'an yang secara langsung membahas Zamzam; asal-usulnya (sumur Hajar dan Isma'il (عليه السلام)) ditetapkan dalam Sunnah (misalnya Sahih al-Bukhari 3364).